"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 2:16-21;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:16
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Luk 2:17
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Luk 2:18
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Luk 2:19
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
--------

Tahun Baru, awal baru sebuah kehidupan.
Gereja mengajak kita untuk merenungkan Bunda Maria, Bunda dari Tuhan kita Yesus Kristus.
Dengan iman, Bunda Maria menanggapi panggilan Allah.
Sehingga Dunia baru dimulai, kehidupan baru dalam kebaikan Allah.
Dunia yang memiliki pengharapan, sukacita dan kedamaian.

Dunia ini bergerak, bumi ini bergerak.
Demikian pula hati dan pikiran manusia, selalu bergerak bahkan cenderung liar.
Bunda Maria diam, pasrah berserah diri kepada Allah.
Seperti gelas kosong yang diam, sehingga rahmat Allah memenuhinya.

Kita manusia tidak terlepas dari segala gerakan itu.
Tidak terlepas dari segala macam persoalan.
Cobalah diam dan berbicaralah hanya kepada Allah.
Mencari pertimbangan orang lain, tidak selalu bisa menyelesaiakan persoalan.
Apalagi jika ada banyak orang yang memberikan nasehat, semakin sulit kita menentukan pilihan.
Jika memang dianggap perlu, pergilah kepada seorang yang mampu menjadi pembimbing.

Hati dan pikiran manusia itu cerdik, dan ada kecenderungan untuk kepentingan diri sendiri.
Memikirkan apa saja yang berguna untuk dirinya sendiri.
Tetapi Roh Kudus selalu mengajarkan kasih.
Hati dan pikiran manusia lebih senang menerima.
Namun Roh Kudus selalu ingin memberi.

Marilah kita mengawali tahun 2018 ini, dengan selalu sadar untuk diam, memberikan ruang kepada Roh Kudus.
Supaya dalam segala sesuatu Roh Kudus lah yang menggerakan tangan dan kaki kita.
Dan lalu kedamaian, suka cita selalu menyertai kita, dan hidup kekal telah tersedia bagi kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.




Doa Hari Senin 1 Januari 2018

Bapa di sorga
Kami mengetahui dan percaya
Bahwa hanya Roh Kudus lah yang sanggup
menerangi sudut-sudut yang gelap di hati dan pikiran kami
Namun seringkali kami menghindar
Kami takut mengakui kekurangan kami
Oleh karena dorongan kesombongan diri

Kami bekerja keras bahkan dengan susah payah dan berkeringat
Hanya untuk mencari sesuatu yang akan sirna
Tetapi kami malas menuruti kehendak-Mu

Kami mohon ya Bapa
Di tahun yang baru ini
Kami siap memberikan ruang kepada Roh Kudus
Untuk bersama-sama kami
Membawa sukacita dan kedamaian
Bagi kami dan bagi semua orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Titus 2:1-6;

Tit 2:1
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:
Tit 2:2
Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
Tit 2:3
Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
Tit 2:4
dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
Tit 2:5
hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
Tit 2:6
Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
-------

Saudaraku, kita masing-masing memiliki motivasi hidup yang berbeda-beda.
Memiliki rencana hidup yang berbeda-beda untuk tahun depan.
Saya tidak mengajak Saudara untuk merubah motivasi dan semua rencana Saudara.
Tujuan permenungan ini untuk menyulut kesadaran kita bahwa Allah sangat mengasihi kita.
Dan Allah telah menunjukkan kasih-Nya dan memberikan teladan gaya hidup benar melalui natal.
Dengan menghadirkan Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus dalam hidup kita.

Dengan hadirnya Tuhan Yesus dalam hidup kita tentunya lalu kita memiliki gaya hidup seperti Tuhan Yesus.
Di dalam masa oktaf natal ini, dalam masa bahagia ini, seberapa dari kita yang mau melihat diri sendiri, bagaimana gaya hidup kita selama ini?
Gaya hidup atau perilaku tidak terlepas dari motivasi.
Kita memiliki motivator yang sangat hebat, yaitu Tuhan Yesus.
Berpikir sederhana saja, apakah Ia membuat hidup kita baik?
Jika YA, bukankah kita secara naluri tergerak untuk memberikan kebaikan itu kepada keluarga kita dan semua orang?

beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat.
Kita diutus untuk mewartakan kebaikan Kristus melalui keluarga.
Dan St. Paulus menulis dengan sangat keras: agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Mari kita mengakhiri tahun 2017 dengan mengucap syukur dan berani memeriksa hidup kita apakah kita, hidup keluarga kita telah menjadi pewarta kasih Kristus.
Dan memohon kekuatan kepada Allah agar kita selalu sadar mengusahakan hidup benar.
Putera-Nya siap hadir dalam hidup kita, jika kita memberikan tempat bagi-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



DOA

Bapa di sorga
Sekalipun cinta kasih kami tidak seterang sinar surgawi
Kami akan selalu menjaga hati kami agar selalu mengasihi

Kepada-Mu Bapa
Kami serahkan diri kami dan segala yang ada pada kami kepada-Mu
Agar semua yang ada dalam hidup kami
Membawa kami ke arah hidup yang kekal

Perkenankanlah kami memuji, memuliakan Engkau dan mengucap syukur kepada-Mu
Untuk kasih dan penyertaan-Mu di hari-hari yang telah kami lalui

Kepada-Mu Bapa
Kami menaruh segala harapan kami
Dan kepada-Mu lah kami berlindung
Kepada-Mu kuserahkan rencana hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:22, 39-40;

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
--------
Luk 2:39
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Luk 2:40
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
--------

St. Lukas menampilkan kepada kita tentang ketaatan dan kesetiaan Keluarga Kudus terhadap firman Tuhan.
"Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka."(Kel 13:2)

Sebagai keluarga katolik kita harus hidup oleh Roh Kudus dan dipimpin oleh Firman Tuhan.
Semakin hari tantangan semakin berat oleh karena moralitas secara umum terinfeksi oleh gaya hidup materialistis.
Dan rasa syukur semakin jauh dari hidup bahkan seklaipun hanya sekedar diucapkan.
Hari demi hari dikuasai oleh keluh kesah.

Dalam ketaatannya Bunda Maria dan St. Yusuf menempuh perjalanan kira-kira 1 minggu untuk melaksanakan Firman Tuhan dalam taurat Musa yaitu menyerahkan Anak-Nya.
Taat berarti hidup dibawah perintah.
Dibawah perintah Allah.
Allah lebih dulu mengasihi kita.
Dan apabila menjalankan perintah didasari oleh kasih, tidak akan terasa berat.
Dan dengan rendah hati tunduk kepada perintah Allah, bukan oleh karena takut hukuman.
Ketaatan bukan lantas memenjarakan hidup dalam dinding aturan atau perintah.
Namun memiliki kesadaran memberi diri dan memiliki komitmen untuk membahagiakan orang lain.

Keluarga-keluarga kristen harus mampu mem-presentasi-kan kasih Kristus.
Bukan hanya dengan berbagai macam slogan keluarga yang dengan lantang diteriakan oleh orang-orang dunia.
Namun dengan menjaga kesetiaan dengan kasih Kristus.
Dunia dan khususnya di indonesia yang semakin hari kasus perceraian semakin meningkat bahkan tertinggi se asia pasifik.
Keluarga kristen harus tetap bercahaya dan menjadi terang didalam kegelapan.
Keluarga adalah tempat tumbuh kembang anak.
Orangtua harus sadar memiliki tanggung-jawab hidup anak-anaknya.
Bukan sekedar memberikan makan, pakaian dan pendidikan.
Tetapi yang lebih penting adalah kasih Kristus yang menjadi semangat dalam hidup.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Minggu 31 Desember 2017

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

Allah Bapa di sorga
Kami mohon kepada-Mu
Roh Kudus-Mu berkuasa atas hidup kami
Supaya mata kami tetap melihat
Dan supaya kami tidak menjadi lemah
Menghadapi keinginan jahat yang semakin hebat di bumi ini

Jadikanlah keluarga-keluarga kami
Sebagai perwujudan kasih yang sejati
Menampilkan hidup dengan semangat persaudaraan sejati

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin


Injil Lukas 2:36-40;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:36
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
Luk 2:37
dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Luk 2:38
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
--------

Saudaraku, besok malam adalah hari terakhir di tahun 2017.
Banyak orang yang merayakan tahun baru dengan RITUAL.
Ada yang menghabiskan malam dengan pesta.
Ada yang berkeliling dijalanan dengan meniup terompet.
Ada yang menyalakan kembang api.
Dll.
Dengan berbagai cara orang menyambut tahun baru.
Apakah ada suatua pemaknaan baik, dalam kita merayakan datangnya tahun baru?

Injil pagi ini seorang nabi perempuan menjalani hidupnya di bait Allah dengan berpuasa dan berdoa.
Menantikan Sang Juru Selamat yang akan memberikan kelepasan.
Hana melihat ada kelepasan dalam Bayi Tuhan Yesus, lalu ia memberikan kesaksian.

Tuhan Yesus datang ke dunia membawa pengharapan akan keselamatan.
Tuhan Yesus selalu membantu mewujudkan kemauan baik dalam diri kita masing-masing.
Supaya kita tidak bersandar kepada kemauan diri sendiri.
Mungkin orang memiliki kemauan baik, tetapi jika tidak bersandar kepada Tuhan.
Kemauan baik terwujud menjadi sebuah kesombongan sebab pada akhirnya akan membanggakan diri sendiri atas pencapaian itu.

Maka marilah kita merencanakan sebuah resolusi yang baik untuk menyambut tahun baru.
Dan lakukan semua resolusi itu bersama Allah.
Janganlah kita mengandalkan kecerdasan dan pengetahuan diri sendiri atau orang lain.
Namun letakanlah semua itu dalam rahmat Allah.
Semua rencana baik dan dengan pemaknaan yang baik dan tidak menyimpang dari jalan Allah selalu memberikan pengharapan.
Sehingga kita tidak akan merasa lelah dan hidup dalam damai dan penuh sukacita dalam segala tantangan dan keadaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 30 Desember 2017

Bapa di sorga
Ajarilah kami rendah hati
Jauhkanlah dari sikap lebih baik dari orang lain
Supaya kami tidak terjebak oleh pemikiran kami sendiri

Ajari kami supaya tidak menyombongkan diri
Atas segala pekerjaan dan pencapaian kami
Dan kami tidak merasa puas diri atas apa yang kami miliki
Sebab puas diri terkadang justru menjadi jerat
Dan hidup kami dipenuhi dengan pengharapan palsu

Kami mohon
Roh Kudus-Mu yang selalu memberikan pertimbangan
Sehingga kami dapat mempersembahkan hidup yang kudus
Memuliakan Engkau disepanjang hidup kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 2:22-35;

Saya kutipkan sebagian:

Luk 2:22
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 2:23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
Luk 2:24
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Luk 2:25
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
Luk 2:26
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Luk 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Luk 2:28
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
Luk 2:29
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
Luk 2:30
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
Luk 2:31
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
--------

sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu

Saudaraku, apabila kita terbiasa berjalan tanpa alas kaki, maka telapak kaki kita tidak merasakan sakit saat berjalan di tanah yang kasar atau berkerikil atau berbatu.
Seorang yang buta dari lahir, tangannya jadi sangat peka dalam memegang dengan benda-benda apapun yang dipegangnya.
Dan kemudian kebiasaan itu lalu menjadi sebuah hukum, yang akan sangat mempengarui hidupnya.

Pikiran dan perasaan bisa menyesatkan, jikalau mata sering dibiarkan melihat segala sesuatu yang sebenarnya saat awal mula melihat sudah ada penolakan dan dengan berbagai macam alasan kita sedikit lemah lalu memberikan sedikit toleransi.
Jika hal itu terjadi berulang-ulang, maka akan menjadi terbiasa dan lalu mata tidak lagi melihat kebenaran.
Contoh nyata:
Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kebencian, tetapi banyak orang yang beragama membenci orang yang beragama lain.
Demikianlah dengan setiap kejahatan yang akhirnya menjerat manusia.
Karena terbiasa memberikan toleransi dengan hal-hal buruk.
Sehinga Roh Kebaikan yang ada dalam setiap pribadi manusia, akhirnya layu dan mati.

Injil pagi ini, Simeon seorang nabi yang mampu memelihara Roh Kebaikan itu, melihat keselamatan dalam bayi Tuhan Yesus.
Maka hendaklah kita semua menjaga mata kita agar hidup kita menghadirkan keselamatan.
Sebab mata kita telah melihat keselamatan dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

Rintangan bukan dari luar diri namun ada didalam diri.
Yaitu tatkala kita tidak lagi mampu mengendalikan hati.
Sebelum menyingsingkan lengan baju, pikirkanlah dulu apa yang akan kita perbuat.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Jumat 29 Desember 2017

Bapa di sorga
Kami dengan sungguh-sungguh berdoa memohon kepada-Mu
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu
Supaya hidup kami menjadi tarian dan pujian yang sangat indah
Sehingga setiap mata yang melihat
Setiap telinga yang mendengar
Penuh dengan sukacita memuji dan memuliakan Engkau

Ajarilah kami
Untuk mengenal diri sendiri lebih sungguh
Sehingga kami berani memeriksa hati kami lebih dalam
Agar tidak ada lagi noda-noda keegoisan

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin