Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 11:13-25;
Luk 11:15
Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
Luk 11:16
Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
Luk 11:17
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
Luk 11:18
Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
Luk 11:19
Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
Luk 11:20
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Luk 11:21
Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
Luk 11:22
Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
Luk 11:23
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
Luk 11:24
"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
Luk 11:25
Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.
Luk 11:26
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."
---------
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan
Saudaraku,
Tuhan Yesus membagikan kepada kita hari ini sebuah frasa yang tak terlupakan:
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.
Gambaran yang ditimbulkan oleh frasa ini adalah seorang gembala dan kawanan domba-Nya.
Tuhan Yesus datang untuk mengumpulkan suku-suku Israel yang tercerai-berai dan bangsa-bangsa lain.
MisiNya adalah untuk menyatukan umat manusia yang telah tercerai-berai oleh dosa dan kebohongan manusia.
Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan, mengajar dan mengumpulkan.
Setiap tindakan Kristus diarahkan pada tujuan-tujuan itu.
Seharusnya setiap tindakan kita sebagai Gereja pun juga demikian.
Saudaraku,
hidup ini dan kenyamanan kita dalam hidup ini adalah tujuan sekunder.
Marilah kita berdoa bagi para imam dan diakon serta seluruh umat awam yang telah bekerja keras, agar mereka setia membaktikan diri kepada misi utama yaitu menghadirkan Kristus, yang mengorbankan nyawa mereka dan tidak lagi peduli dengan kenyamanan.
Gereja mewartakan "Injil damai" dan ingin bekerja sama dengan semua otoritas dalam menjaga kebaikan universal.
Dengan mewartakan Tuhan Yesus Kristus, yang adalah damai itu sendiri, evangelisasi baru memanggil setiap orang yang dibaptis untuk menjadi pembawa damai dan saksi yang kredibel bagi kehidupan yang didamaikan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 10 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau bawa kami dalam persekutuan Roh Kudus
Engkau jadikan kami GerejaMu
Kami mohon jadikanlah kami pembawa damai
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:5-13;
Luk 11:5
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
Luk 11:6
sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
Luk 11:7
masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
Luk 11:8
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
Luk 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Luk 11:10
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Luk 11:11
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Luk 11:12
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Luk 11:13
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
---------
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya
Saudaraku,
Kita tahu bagaimana memberikan hadiah yang baik kepada anak-anak kita, begitu pula Bapa kita.
Lagipula, Dia telah memberi kita keberadaan, kehidupan dan pengampunan.
Dia tidak ragu memberikan Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk keselamatan kita.
Dan sebagai hadiah terakhir, Dia memberikan Roh Kudus kepada semua yang meminta.
Hadiah yang sempurna dari orang tua yang sempurna.
Namun, tantangannya, dalam masyarakat yang sarat dengan konsumerisme dan materialisme adalah membantu orang lain bertumbuh untuk memahami bahwa yang benar-benar kita butuhkan dan yang seharusnya kita inginkan, adalah Roh Kudus yang terberkati itu, Roh Kudus yang nama aslinya adalah Kasih.
Saudaraku,
Injil hari ini menyampaikan kebenaran kepada kita.
Jika ada kejahatan dalam hidup kita, Tuhan harus mengizinkannya terjadi atau itu tidak akan terjadi.
Namun, Tuhan tidak pernah menghendaki kejahatan.
Dia hanya menginginkan kebaikan kita.
Jadi, ketika kita meminta, Dia selalu menjawab doa kita.
Mungkin itu bukan yang kita pikir kita butuhkan.
Mungkin kita meminta kesembuhan tubuh kita, tetapi mendapatkan kesembuhan emosi atau sikap mental kita, jika kita terbuka untuk itu.
Namun, janji Tuhan Yesus jelas: jika kita tahu bagaimana memberikan hal-hal baik kepada anak-anak kita, betapa lebih lagi Bapa surgawi akan memberikan Roh Kudus, yang merupakan satu-satunya karunia yang benar-benar kita butuhkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 9 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami percaya Engkau telah memilih kami untuk menghadirkan belas kasihMu
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatimu
Berilah kami hati yang memberi dan penuh belas kasih
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 11:1-4;
Luk 11:1
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
Luk 11:2
Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
Luk 11:3
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
Luk 11:4
dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
--------
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami
Saudaraku,
berbicaralah kepada Tuhan dengan sangat sederhana, menyebut Tuhan Bapa merupakan ungkapan keintiman keluarga dan kedekatan emosional, ada pengertian ketika seorang ayah memahami permintaan anaknya sendiri.
Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tampak serupa tetapi merupakan sumber kejahatan.
Nelayan pada masa itu menggunakan ikan kecil sebagai umpan kail mereka, tetapi terkadang yang tertangkap justru ular air atau ular, bukan ikan yang lebih besar.
"Sejahat-jahatnya dirimu" bukanlah sebuah tuduhan, melainkan generalisasi berdasarkan pengalaman manusia, hal itu menekankan kerentanan manusia.
Tuhan menanti kita di malam hari.
Di saat-saat gelap itulah kita seringkali merasa paling sulit mencari Tuhan.
Dia menanti kita, mengkhawatirkan kita dan ingin sekali menanggapi dengan belas kasihan.
Seperti orangtua, Tuhan tetap di pintu sepanjang malam, menantikan kepulangan dan pelukan kita.
Belas kasihan adalah makanan kita sehari-hari.
Tuhan menawarkan belas kasihan kepada kita setiap hari, setiap saat, saat ini juga dan kita membutuhkannya.
Dia tahu bahwa setiap hari kita bergumul dengan rasa takut, cemas, membenci diri sendiri, dosa dan rasa malu.
Setiap saat Tuhan ingin menawarkan belas kasihan dan pertolongan-Nya kepada kita.
Tuhan tidak lelah mengampuni kita;, hanya kita yang lelah memohon pengampunan.
Saudaraku,
'kekudusan' adalah: “Praktik Kehadiran Tuhan.”
Ada seorang bijak pernah ditanya, "Apa yang membuat seseorang suci?"
Orang bijak itu menjawab, "Setiap jam terbagi menjadi sejumlah detik dan setiap detik terbagi menjadi sejumlah pecahan. Siapa pun yang mampu hadir sepenuhnya dalam setiap pecahan detik itu adalah orang suci."
Hari esok tidaklah nyata, satu-satunya kenyataan adalah saat ini.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 8 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran
Supaya setiap detik yang kami lalui, kami selalu hidup dalam kehadiranMu
Dan terhindar dari segala bentuk kecemasan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 10:38-42;
Luk 10:38
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Luk 10:39
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
Luk 10:40
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Luk 10:41
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
Luk 10:42
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
--------
Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya
Saudaraku,
Maria mendengarkan di kaki Yesus.
Marta sibuk melakukan banyak pekerjaan, mungkin sambil mengobrol, mengeluh tentang adiknya dan menyuruh-nyuruh para pelayan dapur.
Tuhan Yesus mengetahui bahwa pelayanan-Nya terbatas dan tentunya ingin setiap orang disekitarNya dapat melanjutkan misi-Nya setelah Ia pergi.
Jadi Tuhan Yesus nengatakan: "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil darinya."
Saudaraku,
selalu ada banyak hal yang harus dilakukan dan kesadaran ini sungguh membebaskan.
Akan selalu ada "tuntutan waktu" untuk semua hal yang ingin kita lakukan.
Satu-satunya solusi yang tepat adalah melakukan perubahan: dari hidup yang dihabiskan untuk mencoba tidak mengabaikan apa pun, menjadi hidup yang dihabiskan secara proaktif dan sadar untuk "memilih apa yang akan diabaikan", demi apa yang paling penting.
Maria mengerti hal itu, jadi dia mengabaikan tugasnya sebagai tuan rumah untuk duduk di kaki Tuhan Yesus.
Saudaraku,
stres bisa datang dari perasaan bahwa ada sesuatu untuk segera diselesaikan.
Kedamaian datang dari kesadaran bahwa kita membutuhkan sesuatu dari Tuhan.
Oleh karena itu kita tidak hanya sekedar bijak dalam mengelola waktu.
Tetapi harus selalu terbangun kesadaran bahwa "Tuhan terlibat" dalam kehidupan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 7 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinglah kami untuk selalu hidup dalam kehadiranMu
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh kesibukkan duniawi
Dan dalam segala keadaaan Kau dapati kami hidup setia dalam kehendakMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 10:25-37;
Luk 10:25
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Luk 10:26
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
Luk 10:27
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Luk 10:28
Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Luk 10:29
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Luk 10:30
Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Luk 10:31
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:32
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Luk 10:33
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Luk 10:34
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Luk 10:35
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Luk 10:36
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
Luk 10:37
Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
---------
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan
Saudaraku,
penderitaan dapat memanggil kita keluar dari kedangkalan menuju kehidupan yang penuh belas kasih.
Menurut Santo Thomas Aquinas, penderitaan berarti merasakan kepedihan hati atas penderitaan orang lain dan bersusah payah meringankan penderitaan mereka.
Inilah yang Allah lakukan bagi kita dengan menjadi manusia dan menderita sengsara serta wafat-Nya di kayu Salib untuk membebaskan kita dari dosa dan maut, sebagaimana digambarkan oleh Orang Samaria yang Baik Hati.
Saudaraku,
Orang Samaria itu mengeluarkan dua dinar dari sakunya sendiri atau sekitar dua hari gaji, yang cukup untuk membayar penginapan selama sekitar dua minggu.
Memiliki hati seperti Tuhan Yesus, untuk memberi kita identitas sebagai umat perjanjian Allah.
Pesan utama dari perumpamaan ini bukanlah siapa umat Allah, melainkan "bagaimana menjadi umat Allah".
Kemauan untuk melampaui batasan sosial, seperti yang diilustrasikan Tuhan Yesus dengan menggunakan orang Samaria dalam perumpamaan ini dan tidak memiliki batasan agama, ras, atau suku yang menghalangi kita untuk menunjukkan belas kasih.
Saudaraku,
hari-hari di kehidupan kita akan menjadi indah ketika kita memiliki hati untuk Tuhan dan hati untuk sesama.
Kita tidak harus menjadi orang suci, kita tidak harus seperti Bunda Teresa.
Kita hanya perlu membuka mata, telinga dan hati kita terhadap panggilan Tuhan, yaitu hidup yang penuh belas kasih.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 6 Oktober 2025
Tuhan Yesus
Kami mohon ubahlah hati kami menjadi seperti hatiMu
Penuh belas kasih dan pengampunan
Dan kami mohon lepaskanlah kami dari ikatan segala bentuk cinta diri
Sehingga melalui hidup kami belas kasih dan kuasaMu, Engkau nyatakan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
