"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 17:5-10;

Luk 17:5
Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Luk 17:6
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Luk 17:7
"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
Luk 17:8
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Luk 17:9
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Luk 17:10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.
---------

Tambahkanlah iman kami

Saidaraku,
iman berasal dari "kebajikan adikodrati" yang dikaruniakan secara ilahi.
Tetapi kekuatan untuk menyelesaikan hal-hal yang sulit berasal dari objek material iman, yakni apa yang diajarkan Gereja.
Ajaran Gereja menjelaskan struktur hakiki dari setiap tindakan percaya.
Jika kita sedikit saja yakin akan apa yang telah diwahyukan Tuhan, dengan sebutir benih iman, kita dapat melakukan hal-hal sulit yang tampaknya hampir mustahil.

Saudaraku,
ketika kita menyatakan dan mengakui kebenaran yang telah diwahyukan Allah, kita dapat mengakses "belas kasih dan kuasa Allah" dengan iman itu.
Semakin sulit atau berat yang kita hadapi, semakin kita mungkin merasa tidak mampu, semakin besar pula karya Tuhan dalam hidup kita.
Iman bukanlah tentang kemampuan kita untuk melakukan sesuatu, melainkan tentang kemampuan Tuhan untuk melakukan itu melalui kita.
Satu-satunya syarat dari kita hanyalah "menyediakan diri kita".
Karena iman lebih berkaitan dengan kuasa Tuhan daripada kemampuan kita.
Sekecil apa pun iman kita, itu sudah cukup.
Serahkan kepada Tuhan dan biarkan Dia bekerja.
Bahkan dengan sedikit iman, hal yang mustahil menjadi mungkin.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 5 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Seringkali kami merasa iman kami lemah
Semuanya itu karena kami kurang percaya
Lebih sering, kami mengandalkan kekuatan kami sendiri
Kami mohon ajarilah kami untuk percaya dan berserah diri kepada pemeliharaanMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 10:17-24;

Luk 10:17
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
Luk 10:18
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
Luk 10:19
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Luk 10:20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Luk 10:21
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
Luk 10:22
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
Luk 10:23
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
Luk 10:24
Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
---------

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh

Saudaraku,
kita semua adalah misionaris.
Roh Kudus memampukan kita untuk menunjukkan kepada orang lain wajah Bapa, Allah yang Maha Pengasih, dengan menunjukkan kepada mereka wajah Tuhan Yesus Kristus.
Itu berarti, tentu saja, wajah Tuhan Yesus di kayu salib.
Seperti yang diajarkan Rasul Petrus kepada kita, tidak ada nama yang dengannya pria dan wanita akan diselamatkan, selain nama Yesus.
Maka marilah kita berdoa bagi orang-orang yang beriman didalam Kristus, yang belum dapat bersukacita dalam Roh Kudus dan setiap orang yang belum mengenal Kristus.
Dan marilah kita memanfaatkan setiap kesempatan untuk bersaksi dalam kasih kepada orang lain tentang kasih Allah yang menyelamatkan.
Itulah artinya menjadi murid Tuhan Yesus Kristus.

Saudaraku,
imanmu tidak "berkobar'?
Apakah engkau tidak yakin apa yang akan engkau peroleh dengan menyerahkan hidupmu kepada Kristus?
Jika kita sungguh-sungguh hidup dalam kasih Kristus, kita selalu menaburkan benih-benih kasih dan percayalah tiupan angin rahmat Allah akan menerbangkan benih itu, yakinlah bahwa benih itu akan berakar dan menghasilkan buah.
Dan bertekunlah dalam doa, bertekunlah, walaupun setiap usaha kerasulanmu nampak sia-sia.
Kata-kata yang menyentuh batinmu saat berdoa adalah "penjaga iman" dan menjadi sumber kekuatan untuk setia hidup dalam kerasulan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 4 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Engkau telah memilih kami untuk menghadirkan kuasa dan belas kasihMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan agar setia bertekun dalam doa walaupun setiap usaha nampak sia-sia
Kami percaya, Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 10:13-16;

Luk 10:13
"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Luk 10:14
Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Luk 10:15
Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
Luk 10:16
Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
---------

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku

Saudaraku,
Dia Maha Besar karena Dia tidak berwujud dan tidak memiliki panjang, lebar, tinggi, massa, suhu atau sifat materi lainnya.
Dia melampaui apa pun yang dapat kita ukur atau bahkan bayangkan.
Sesungguhnya, satu-satunya ukuran yang dapat digunakan dalam interaksi antara Tuhan dan kita manusia yang lemah dan berdosa adalah ukuran yang dapat digunakan Tuhan untuk mengukur kelemahan dan dosa manusia itu.
Kita juga dapat melihatnya.
Jika kita membandingkan perilaku kita dengan Sepuluh Perintah Allah, kita melihat bahwa kita dan seluruh budaya telah meninggalkan iman kepada Kristus dan Hukum-Nya yang sederhana untuk mengasihi Tuhan di atas segalanya dan sesama kita seperti diri kita sendiri.
Kita setiap hari mendengar dan melihat kejahatan manusia.

Saudaraku,
Injil kita menunjukkan hal ini dalam tiga penghukuman atas kota-kota di tepi Danau Galilea—Khorazin, Kapernaum dan Betsaida.
Tuhan Yesus melakukan penyembuhan yang tak terhitung banyaknya, pengusiran setan dan mukjizat-mukjizat lainnya, serta pengajaran yang tak ternilai di kota-kota tersebut.
Percayakah mereka?
Yohanes menceritakan kisah Tuhan Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai Roti dari Surga dan makanan bagi jiwa dan tubuh yang akan disediakan melalui Tubuh dan Darah-Nya, tepat di sinagoge Kapernaum.
Hal itu terlalu berat bagi penduduk kota itu; kebanyakan dari mereka meninggalkan-Nya.

Saudaraku,
Tuhan Yesus menuntut kita untuk memilih dan menerima Dia apa adanya, Dia yang adalah Firman atau kita menolak-Nya.
Tetapi bagaimana kita bisa melakukannya?
Ingatlah bahwa Tuhan Yesus memiliki firman kehidupan kekal.
Tuhan Yesus adalah Dia yang ingin diikuti semua pria dan wanita, meskipun kita tidak memahami semua implikasi dari Kebenaran yang luar biasa dan agung itu.
Kita juga ditantang untuk mendengarkan Kristus dan Gereja-Nya yang mengajarkan kita untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang jahat.
Hidup yang benar dan membantu mereka yang lemah, miskin dan tersingkir.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 3 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Belas kasih dan kuasaMu nyata dalam hidup kami
Menuntun kami supaya kami setia berada dijalanMu
Kami mohon ajrilah kami untuk selalu mengucap syukur setiap hari
Supaya setiap orang dalam kehidupan kami, mengalami Allah yang hidup

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 18:1-5, 10;

Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------
Mat 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
--------

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini

Saudaraku,
Tuhan kita memiliki kasih sayang yang istimewa kepada anak-anak, jadi kita akan belajar banyak tentang "keputraan" kita sendiri dengan mempelajari apa yang Tuhan Yesus katakan kepada anak-anak dan apa yang Tuhan Yesus lakukan untuk mereka.
Di sini kita melihat Tuhan Yesus mengajukan pertanyaan kepada murid-murid-Nya tentang siapa yang terbesar.
Ia bertanya, "Siapakah yang terbesar di Kerajaan Surga?"

Saudaraku,
Tuhan Yesus ingin kita menjadi anak-anak Bapa.
Kita hidup dalam pemeliharaan dan belas kasih Bapa, itu berarti tidak mengkhawatirkan apa pun.
Sebagaimana orang tua yang baik menyediakan kebutuhan bagi anak-anak mereka, demikian pula Bapa di surga.
Demkian pula kita menunjukkan ketergantungan dan keyakinan penuh pada kasih Bapa.
Itu berarti tidak mengkhawatirkan apa pun.

Saudaraku,
kita menaati Bapa dalam segala hal dan kita percaya bahwa Bapa akan memberikan setiap kasih karunia yang kita butuhkan untuk menggenapi kehendak-Nya.
Apa pun tantangan yang kita hadapi, kita hadapi dan bahkan sambut dengan penuh keyakinan dan rasa syukur.
Setiap ucapan syukur membawa kita kepada kerendahan hati dan kerendahan hati adalah salah satu jalan untuk mencapai "kedamaian batin".
Dan supaya kita menjadi rendah hati, renungkanlah pengajaran Nabi Yesaya ini:
_Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca._(Yes 40:15)

Saudaraku,
mengenal diri sendiri, akan menghantar kita ke kerendahan hati.'
Apa gunanya sebuah kuas?
Jika ia tidak membiarkan sang pelukis melakukan pekerjaannya?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 2 Oktober 2025

Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk menyalibkan segala bentuk cinta diri dan kesombongan
Dan ajarilah kami untuk selalu mengucap syukur atas pemeliharaanMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 18:1-5;

Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
--------

Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga

Saudaraku,
hakikat dari "sifat anak-anak" itu ada dua.
Pertama, kita menunjukkan ketergantungan dan keyakinan penuh pada kasih Bapa bagi kita.
Itu berarti tidak mengkhawatirkan apa pun.
Sebagaimana orangtua yang baik menyediakan kebutuhan pokok bagi anak-anak mereka, demikian pula Bapa di surga.
Kedua, kita menaati Bapa dalam segala hal, sebab Ia "terlibat" dalam setiap momen kehidupan kita dan Ia tidak akan pernah membiarkan kita sendirian.

Saudaraku,
setiap kali saya memandang seorang anak, saya selalu melihat harapan.
Keutamaan harapan adalah salah satu kualitas manusia yang paling disalahpahami, karena kita tidak "mengerti" apa akhir atau tujuan sejati dari harapan, kita melatih diri untuk hal ini sejak dini.
Harapan adalah "kebajikan teologis" yang dengannya kita menginginkan kerajaan surga dan kehidupan kekal sebagai kebahagiaan kita, menaruh kepercayaan kita pada janji-janji Kristus dan tidak bersandar pada kekuatan kita sendiri, tetapi pada bantuan Roh Kudus.
Tuhan Yesus ingin kita menjadi anak-anak Bapa.
Anak-anak Bapa yang menunjukkan ketergantungan dan keyakinan penuh pada kasih Bapa.
Itu berarti tidak mengkhawatirkan apa pun.
Sebab sebagaimana orangtua yang baik menyediakan kebutuhan pokok bagi anak-anak mereka, demikian pula Bapa di surga.

Saudaraku,
sifat kanak-kanak rohani menuntut penyerahan akal budi yang lebih besar daripada penyerahan kemauan.
Untuk menaklukkan akal budi, selain rahmat Allah, diperlukan latihan terus menerus dari kemauan, yang harus mengatakan "tidak" terhadap hawa nafsu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu i Oktober 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam kesederhanaan
Kesederhanaan seperti seorang anak yang hanya berharap dan percaya kepada pemeliharaanMu
Dan kami mohon bimbinglah kami untuk hidup dalam kepatuhan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa