"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 9:51-56;

Luk 9:51
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
Luk 9:52
dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Luk 9:53
Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Luk 9:54
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
Luk 9:55
Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Luk 9:56
Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
--------

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem

Saudaraku,
Tuhan Yesus "menetapkan tujuan-Nya untuk pergi ke Yerusalem," di mana Ia akan bersaksi tentang Kebenaran Sejati dan kehilangan nyawa-Nya. Orang Samaria tidak mau membuka pintu bagi-Nya, karena Ia sedang merayakan Paskah ke Yerusalem, yang mereka anggap sebagai Bait Suci palsu. Yakobus dan Yohanes, memperhatikan ketidakramahan orang Samaria, memohon kuasa untuk memperlakukan Samaria sebagaimana Allah memperlakukan Sodom dan Gomora di kitab Kejadian. Tetapi Tuhan Yesus menolak pemurnian-balas dendam itu.
uhan Yesus menegor mereka dan memberi tahu kita semua bahwa tidak ada yang lebih penting daripada mewartakan Kerajaan Allah

Saudaraku,
kita dipanggil untuk merdeka, tetapi itu bukan berarti kita bebas melakukan apa pun yang didorong oleh perasaan kedagingan kita.
Kemerdekaan, seperti yang dikatakan St. Thomas Aquinas, adalah kebebasan untuk mengetahui apa yang baik dan melakukannya.
Bebaskan diri kita dari kekhawatiran.
Jika kita melihat seseorang menderita, dengarkanlah mereka.
Jika kita menemukan seseorang yang terbuka kepada Kristus untuk mengubah sikap dan perilakunya, undanglah mereka untuk menjadi keluarga Allah.

Saudaraku,
dalam Ekaristi, kita merayakan kesetiaan Kristus dan kita berpartisipasi di dalamnya.
Tanpa rahmat-Nya, kita berada dalam lubang gelap, kita tak punya harapan.
Namun, dengan rahmat Kristus, yang dianugerahkan melalui Tubuh dan Darah-Nya, kita tidak hanya berharap keselamatan kita sendiri, tetapi juga agar Roh Kudus bekerja melalui kita untuk menarik lebih banyak orang kepada Kristus dan Gereja-Nya.
Kita berharap akan kekuatan untuk mengikuti rencana Allah bagi hidup kita, dan tetap bahagia serta menjadi saksi belas kasih dan kuasa Allah, bahkan di tengah kesulitan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 30 September 2025

Tuhan Yesus
Kami percaya belas kasihMu yang sangat besar itu, yang memelihara dan menyelamatkan kami
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak dan rencanaMu
Dan berilah kami hati yang taat
Supaya hidup kami menjadi saksi belas kasih dan kuasaMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Yohanes 1:47-51;

Yoh 1:47
Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Yoh 1:48
Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Yoh 1:49
Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Yoh 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
Yoh 1:51
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
--------

Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu

Saudaraku,
Saudaraku, apa yang telah kita dengar tentang Tuhan Yesus?
Apa yang telah kita pelajari tentang Tuhan Yesus?
Saudaraku, apakah kita mengenal Tuhan Yesus sebagaimana adanya, sebagaimana Injil menggambarkan-Nya?
Saya sangat yakin dan percaya, kita masing-masing memiliki "pengalaman pribadi bersama Tuhan Yesus".

Saudaraku,
perbuatan atau tindakan kita menyatakan iman kita.
Kita harus hidup sedemikian rupa sehingga ketika orang-orang melihat hidup kita, mereka akan melihat Tuhan, belas kasih dan pekerjaan Tuhan.
Memang tidak sempurna tetapi saat tujuan kita selaras dengan kehendak Allah, Tuhan Yesus pasti bersama kita.
Ingatlah selalu bahwa: _bukan kamu yang memilih Aku, tepai Akulah yang memilih kamu_.(Bdk Yoh 15:16)
Dan percayalah Dia memanggil kita untuk menjalani kisah yang indah.
Tuhan Yesus mengundang kita ke dalam kisah-Nya.

Saudaraku,
setiap kali kita dalam kebimbangan, antara panggilan hidup sebagai anak-anak Allah dan kenyamanan dunia, ingatlah bahwa Dia telah memilih kita.
Kita adalah anak-anak Terang, kita telah diangkat dari keduniawian kepada hidup.
Kita hidup di dunia yang penuh dengan kisah-kisah buruk, kisah-kisah yang membosankan.
Dan terkadang kisah-kisah yang berbahaya.
Ingatlah Kita, memiliki kisah bersama Tuhan Yesus.
Dan percayalah Tuhan Yesus lah yang berkuasa atas hari esok.
Kita tidak lagi mencari kenyamanan dunia, tetapi kita telah dipilih untuk hidup sebagai anak-anak Allah.
Buatlah kisah-kisah terbaik, kisah-kisah yang menginspirasi setiap orang dalam kehidupan kita supaya mereka sunggu-sungguh melihat dan mengalami Allah yang hdiup.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 29 September 2025

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah membawa kami kepada Puteramu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau menyelamatkan kami dan Engkau membawa kami kepada hidup
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk melihat dan menolak segala tipu daya keduniawian
Sehingga belas kasi dan kuasaMu ENgkau nyatakan dalam hidup kami setiap hari

Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa

Injil Lukas 16:19-31;

Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Luk 16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Luk 16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Luk 16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Luk 16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
Luk 16:28
sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
Luk 16:29
Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Luk 16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Luk 16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
---------

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya

Saudaraku,
masalah utamanya bukanlah kekayaan itu, melainkan gaya hidup pesta pora yang berlebihan sehingga membuat orang tidak peduli terhadap kebutuhan orang-orang yang menderita dan miskin.
Kesalahannya adalah sikap berpuas diri dan memanjakan diri.

Saudaraku,
kisah Lazarus dan orang kaya, sangat relevan dengan pemikiran ini, dunia ingin meyakinkan kita bahwa Lazarus adalah pecundang yang mungkin menyebabkan kemiskinan dan penyakitnya sendiri dan bahwa ia pantas mati dan dilupakan.
Orang kaya itu akan menjadi orang yang dikagumi dan ditiru oleh banyak orang.
Lagipula, Tuhan memberkatinya dengan kekayaan dan kekuasaann.
Nah, itu sungguh menyedihkan.
Jadi, mari kita lihat kebenaran tentang manusia melalui "iman" kita didalam Kristus.

Saudaraku,
orang kaya tidak dihukum oleh karena kekayaannya, tetapi karena ia tidak memanfaatkan kesempatan untuk membantu pengemis di depan pintunya.
Sebuah ketidakpedulian yang tak berperasaan terhadap kebutuhan manusia.
Santo Klemens dari Aleksandria menulis bahwa "kekayaan bagi saya bagaikan seekor ular, yang akan melilit tangan dan menggigit, kecuali seseorang tahu cara memegangnya tanpa bahaya dengan ujung ekornya".
Ia menggunakan metafora ini untuk menjelaskan bahwa uang pada dasarnya tidak jahat, tetapi berbahaya jika ditangani dengan ketidaktahuan dan keserakahan.
Bunda Teresa mengajarkan: Jangan pernah khawatir tentang angka, bantulah satu orang pada satu waktu dan selalu mulai dengan orang terdekatmu.


Doa Hari Minggu 28 September 2025

Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya mengenali Lazarus di depan pintuku
Kusailah hati dan pikiran kami dengan belas kasihMu
Dan kami mohon berilah kami hati yang memberi

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 9:43-45;

Luk 9:43
Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. (9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
Luk 9:44
"Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."
Luk 9:45
Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.
--------

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia

Saudaraku,
ketika kemampuan fisik yang begitu menyenangkan di usia tiga puluh justru terasa hampir beku di usia tujuh puluh.
Kita hanya memiliki pemahaman bahwa kita telah bertindak adil, jujur dan penuh kasih di awal kehidupan kita.
Kita tetap sehat secara moral dan spiritual, meskipun rambut yang tersisa di kepala kita entah putih atau tak terlihat.
Kita semua harus meninggalkan kehidupan ini dalam kondisi spiritual yang kita miliki saat "tertidur".
Dan kita akan menghabiskan kekekalan, entah dalam hubungan kasih yang nyata dan sadar dengan Tritunggal Mahakudus, dikelilingi oleh malaikat dan orang kudus yang tak terhitung jumlahnya, atau dalam mimpi buruk yang nyata dan sadar, terpisah dari segala kasih, dari segala rasa hormat, dari segala sukacita.

Saudaraku,
Tuhan Yesus yang dalam "kemanusiaannya", wafat seperti kita, tetapi Ia kemudian bangkit.
Kebangkitannya menjadi sumber pengharapan bagi kita, bahwa kita kelak akan dibangkitkan dan hidup kekal dalam kebahagiaan kekal bersamaNya.
Namun yang sangat penting dan utama adalah kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus, adalah sebuah "kepastian", jika kita hidup meneladan Kristus.
Sedangkan "ajaran dunia", seperti timbangan baik dan buruk, benar dan salah.
Kita tidak lagi sibuk dengan baik dan buruk, benar dan salah, jika kita "taat kepada Roh Kudus".
Tuhan kita Yesus Kristus telah menyerahkan diri ke tangan manusia, untuk menebus dosa kita.
Jadi kita telah dimenangkan oleh salib Kristus.
Jangan lagi kembali hidup dalam "kedagingan" yang tunduk kepada perintah hawa, nafsu dan rasa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 2t September 2025

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah mengangkat kami dari keduniawian kepada hidup
Dan Engkaupun memberikan Roh Kudus kepada kami supaya kami setia hidup dalam kekudusan
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam perintah

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 9:18-22;

Luk 9:18
Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
Luk 9:19
Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
Luk 9:20
Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
Luk 9:21
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Luk 9:22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
--------

Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."

Saudaraku,
ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada masa itu memiliki pendapat yang berbeda.
Mereka menyebut Yesus seorang Pembohong, seorang Pelahap dan seorang peminum anggur, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
Mereka juga mengatakan bahwa Ia adalah setan dan penghujat Allah.
Lalu ada orang lain yang tidak menerima-Nya sebagai Allah tetapi merasa nyaman untuk memanggil-Nya Guru, Guru Besar dan sebagainya.

Saudaraku,
saya tidak tahu siapa "Dia", bagi saudara.
Apakah Dia Juruselamat dan Sahabat?
Apakah Dia segalanya bagi saudara?
Jangan terlalu sibuk dengan dunia ini, sampai kita melupakan Tuhan Yesus.
Jika kita mengutamakan Tuhan Yesus, Dia akan mengutamakan kita.
Tentu saja kita akan mendengar "banyak suara lain", jalani dan nikmati hidup ini karena pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja. Beberapa bahkan mungkin menghalangi kita untuk menyembah Tuhan Yesus yang hidup, seolah-olah itu membuang-buang waktu.

Saudaraku,
Tuhan Yesus wafat untuk dosa seluruh dunia, tetapi dunia tidak menginginkan-Nya.
Dengan menyebut Tuhan Yesus hanyalah seorang seorang nabi.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada masa itu pun memiliki pendapat yang berbeda.
Mereka menyebut Tuhan Yesus seorang Pembohong, seorang Pelahap dan seorang peminum anggur, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka juga mengatakan bahwa Ia adalah setan dan penghujat Allah.
Lalu ada orang lain yang tidak menerima-Nya sebagai Allah tetapi merasa nyaman untuk memanggil-Nya Guru, Guru Besar dan sebagainya.
Saya tidak tahu siapa Dia, bagi Saudara.
Apakah Dia Tuhan dan Juruselamat?

Saudaraku,
Jangan terlalu sibuk dengan dunia ini, sampai kita melupakan Tuhan Yesus.
Jika kita mengutamakan Tuhan Yesus, Dia akan mengutamakan kita.
Tentu saja kita akan mendengar banyak suara lain juga yang menyarankan kita untuk menjalaninya dan menikmati hidup kita karena pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja.
Beberapa bahkan mungkin menghalangi kita untuk menyembah "Tuhan yang hidup", seolah-olah itu membuang-buang waktu.
Mari kita tetap setia hidup dalam iman, Tuhan Yesus tetap sama, kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 26 September 2025

Tuhan Yesus
Engkau adalah Tuhan dan Juru Selamat kami
Belas kasih dan kuasaMu nyata dalam hidup kami
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya hidup kami ini menjadi persembahan terbaik bagiMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa