Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 9:9-13;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 9:11
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Mat 9:12
Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Mat 9:13
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
--------
Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit
Saudaraku,
ada baiknya setiap hari kita bersikap seperti orang sakit yang membutuhkan dokter, untuk menjaga hubungan kita dengan Allah.
Sebab kenyataannya keinginan untuk menyimpang dari jalan Allah bisa muncul setiap saat.
Bahkan hidup orang-orang yang telah memperoleh penerangan batin pun tidak pernah bisa terlepas dari keinginan jahat.
Dan tidak sedikit orang yang tertipu oleh keinginan yang tampak luarnya baik.
Saudaraku,
dalam segala hal manusia cenderung untuk mencari dirinya sendiri.
Orang yang menerima Kristus matanya akan terbuka dan melihat jalan Allah.
Allah menjadi sumber segala-galanya sehingga ia tidak lagi membanggakan dirinya sendiri atau apapun yang ia miliki.
Memang berat dan sangat berat bahkan Rasul Paulus pun mengalami pergumulan yang panjang.
membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.(Bdk Rm 7:23)
Oleh karena itu, tidak cukup hanya sekedar percaya tetapi kita harus terus menerus berusaha untuk sempurna didalam Allah.
Saudaraku,
marilah dengan berbagai cara menjaga persatuan dengan Allah, sehingga kita tetap di Jalan Kebenaran dan Hidup.
Kebenaran yang kita percaya, hidup yang harus diharapkan.
Kebenaran yang tidak dapat salah dan Hidup yang tidak berakhir.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 4 Juli 2019
Allah Bapa kami
Kami mohon supaya rencana-Mu lah yang terjadi walaupun kami terkadang mengusik kenyamanan kami
Kami bersunggguh-sungguh hati tetap bersama-Mu dalam segala keadaan
Sebab hanya Engkaulah yang memberikan hidup sejati
Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk menjaga keinginan hati
Supaya hanya mengarah kepada-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 9:1-8;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 9:2
Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
Mat 9:3
Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
Mat 9:4
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Mat 9:5
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
Mat 9:6
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Mat 9:7
Dan orang itupun bangun lalu pulang.
-------
Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Saudaraku,
pengalaman rohani adalah penting untuk penegasan kita tentang cara yang terbaik untuk menghadirkan Allah dalam segala situasi yang kita alami.
Sebab dengan demikian hati kita akan terhindar dari pikiran yang jahat.
Layaknya seorang yang punya nilai akademis baik belum tentu bisa dengan baik mempraktekkan ilmu yang telah dipelajarinya.
Lalu bagaimana kita memperoleh pengalaman rohani?
Membiasakan diri menyikapi semua kejadian dengan pustaka rohani adalah baik.
Banyak orang yang selalu ingin tahu urusan orang lain, sehingga lupa untuk mengenal dirinya sendiri.
Jika dengan dirinya sendiri tidak kenal bagaimana dan dengan apa mengukur kemampuan rohaninya?
Saudaraku,
janganlah menghalangi atau menolak karya Roh Kudus.
Membangun sebuah rumah yang bagus membutuhkan seorang arsitek.
Demikian pula untuk membangun kehidupan rohani, kita membutuhkan Roh Kudus.
Ia akan membimbing kita membangun istana hati yang kudus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 4 Juli 2019
Allah Bapa kami
Kami sadar masih lekat dengan hal-hal duniawi
Dan sering mengacaukan pandangan kami kepada-Mu
Kami sadar kelemahan kami
Kami sadar kekurangan kami
Bahkan terkadang kami menutup mata dan telinga kami
Padahal Engkau berbicara sangat keras
Dan perintah-Mu sangat baik dan menarik
Ampunilah kami ya Bapa ampunilah kami
Bangunkanlah kami ya Bapa
Dan buatlah kami berjalan dengan kekuatan Roh-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Yohanes 20:24-29;
Yoh 20:24
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
Yoh 20:25
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
Yoh 20:26
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Yoh 20:27
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Yoh 20:28
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Yoh 20:29
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
---------
Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya
Saudaraku,
jika kita berani jujur kepada diri sendiri, bukankah kita terlalu sering meragukan kehadiran Allah.
Terutama saat melihat kejadian-kejadian buruk atau mengalami suatu kejadian yang tidak diinginkan.
Saya pun pernah meragukan penyertaan Allah, dan keraguan itu harus saya bayar dengan sangat mahal.
Saat saya masih sekolah di SMP, saya sudah punya rencana, melanjutkan ke salah satu SMA favorit di Yogyakarta dan rencana setelah SMA melanjutkan ke ITB Bandung.
Tetapi saat masih kelas 2 SMA, melihat keadaan keuangan orangtua saya tidak akan mungkin saya melanjutkan kuliah di ITB.
Lalu tidak ada semangat lagi belajar dan sering bolos sekolah, dan akhirnya saya harus tidak naik kelas.
Melalui Pastur Pamong sekolah mata saya dibuka kan oleh Tuhan Yesus dan saya mengerti telah meragukan rencana Allah dan saya mengambil keputusan dengan cara saya sendiri.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya untuk berani menghadapi kesulitan dan tetap mempertahankan kejujuran.
Saat saya tetap setia dan dengan berbagai cara Tuhan Yesus menampakkan kuasa-Nya dalam hidup saya.
Saudaraku,
mungkin Saudara pernah meragukan penyertaan Tuhan, atau mungkin ada yang saat ini sedang mengalaminya.
Tetap percaya kepada Tuhan Yesus, dengan berani menghadapi kesulitan dan tetap mempertahankan kejujuran.
Ia akan datang menghampiri Saudara, dan Tuhan Yesus sendiri yang akan menggelar karpet merah yang akan menunjukkan kemana Saudaraku harus berjalan.
Pasti Saudaraku akan berjalan dalam sukacita Allah, dan rencana Saudara akan terwujud dengan cara-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 3 Juli 2019
Allah Bapa kami
Selalu ada dua pilihan dihadapan kami
Dan terkadang sangat sulit untuk mengambil keputusan
Oleh sebab itu kami mohon kepada-Mu ya Bapa
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Sehingga kami tidak mudah dibodohi oleh keinginan diri
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 8:23-27;
Mat 8:23
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
Mat 8:24
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Mat 8:25
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
Mat 8:26
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Mat 8:27
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
--------
Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?
Saudaraku,
angin dan danau taat kepada Yesus, kejadian ini jadi bukti keilahian Yesus.
Lalu permenungannya: apakah kita selalu menyadari keilahian Yesus?
Yesus yang adalah Tuhan, apakah kita jadikan pemimpin dalam hidup kita, Tuhan Yesus menjadi nahkoda kapal kita?
Misalnya melakukan kebaikan dan mengasihi sesama, apakah kita yakin masih dalam pimpinan Tuhan Yesus?
Sebab orang yang tidak beriman kepada Tuhan Yesus pun bisa berbuat baik.
Saudaraku,
setiap manusia punya kecenderungan menyenangkan diri sendiri.
Mungkin saja perbuatan baik yang kita lakukan lebih cenderung untuk memperoleh pujian dan hormat.
Saya pun selalu mengalami pergumulan, buat siapa dan buat apa saya menulis renungan harian, membuat situs rohani, membuat aplikasi rohani?
Apakah untuk mencari pujian, supaya terkenal, supaya terkesan kehidupan rohani saya baik, dan lain sebagainya.
Jangan-jangan saya memang bersama Tuhan Yesus, namun Tuhan Yesus saya anggap tertidur dan saya hanya mengikuti arah keinginan diri.
Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?(Bdk Mat 7:22)
Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"(Bdk Mat 7:23)
Maka menjaga relasi dengan Tuhan Yesus adalah mutlak dan jadi prioritas utama.
Dan jika perlu berdoa setiap saat, terutama jika timbul keinginan mengharapkan imbalan atas semua kewajiban kita ataupun perbuatan baik kita.
Ada baiknya tidak mudah percaya kepada diri sendiri, sebab mungkin ada situasi tertentu dan kita tidak memiliki cukup rahmat dan pengetahuan.
Saudaraku,
mari hidup dalam ketaatan, hidup dibawah perintah dan bukan hidup bebas tanpa diperintah.
Tuhan Yesus adalah atasan kita, nahkoda perahu kita, Allah kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 2 Juli 2019
Allah Bapa kami
Setiap hari dan setiap saat kami selalu mendengarkan nasihat-Mu
Kami percayakan seluruh rencana dan hari kami kepada-Mu
Dan kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami selalu taat dan patuh kepada perintah-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 8:18-22;
Mat 8:18
Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
Mat 8:19
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Mat 8:20
Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Mat 8:21
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
Mat 8:22
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."
--------
Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka
Saudaraku,
perkataan Tuhan Yesus secara sekilas terkesan sangat keras.
Dan memang kita harus keras terhadap diri kita sendiri terutama tentang kepatuhan kita terhadap Allah.
Mari kita lihat di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mengenal Allah, percaya kepada Allah, tetapi tidak memerlukan Allah.
Saudaraku,
menjadi permenungan untuk diri kita masing-masing, kita lebih banyak disibukkan dengan urusan pekerjaan, makanan, jabatan, kekuasaan, kehormatan, dan lainnya.
Seberapa banyak dari kita berpikir bahwa kita bekerja untuk Allah?
Bahwa bagaimana kita menjalani pekerjaan itu, mampu menghadirkan Allah.
Misalnya, tanpa keluh kesah dan sungut-sungut, penuh semangat dan tidak pernah berpikir curang.
Dan jika perlu, selalu dengan senang hati membantu menyelesaikan pekerjaan temannya.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk selalu menyadari bahwa kita membutuhkan Allah dalam segala hal dan dalam segala keadaan.
Tanpa Allah semua pekerjaan kita akan menjadi sia-sia, karena hanya akan terpusat kepada kepuasan diri yang akan membawa kepada kebinasaan.
Dan semua yang kita kumpulkan di bumi ini akan mengikat kita semakin lama semakin sulit untuk dilepaskan.
Mari kita bangun kesadaran bahwa hidup kita membutuhkan Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 1 Juli 2019
Allah Bapa kami
Kami melihat betapa besar usaha orang-orang itu untuk hidup berkenan kepada-Mu
Dan betapa sedikitnya waktu yang kami gunakan untuk bersama-Mu
Ya Bapa
Kami mohon berilah rahmat kekuatan
Untuk membuang semua pikiran yang tidak baik dan keinginan-keinginan yang tidak perlu
Sehingga semua perhatian dan keinginan kami hanya kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
