Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 7:15-20;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
--------
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
--------
Saudaraku,
Rasul Paulus berbicara tentang buah Roh:
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.(Bdk. Gal 5:22-23)
Salah satu syarat pohon agar berbuah adalah memiliki akar yang kuat.
Fungsi akar pohon adalah untuk saluran nutrisi dan mencengkeram tanah..
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.(Mat 13:8)
Saudaraku,
hidup di dunia ini adalah pertempuran.
Pohon harus memiliki akar yang kuat, agar tidak roboh oleh angin.
Akar yang kuat adalah sumber kekuatan penguasaan diri.
Maka hendaknya kita dengan segala upaya berusaha agar Roh Allah mengakar kuat dalam hidup kita.
Sebab kita tidak pernah bisa menghindar dari medan pertempuran, seperti pohon tidak bisa menghidari angin.
Saudaraku,
firman Tuhan memberikan kekuatan dan menerangi setiap langkah kaki kita.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.(Mzm 119:105)
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.(Mzm 1:2-3)
Keinginan diri itu cerdik dan selalu kelihatan menarik.
Hanya dengan mata firman Tuhan akan tampak nyata mana kehendak Tuhan dan mana yang mengikuti hawa nafsu keinginan diri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 27 Juni 2018
Puji syukur kami kepada-Mu ya Bapa
Engkau memberikan Roh-Mu kepada kami
Sehingga kami mengenal suara-Mu
Kami mengerti kehendak-Mu
Dan kami selalu mohon rahmat-Mu ya Bapa
Supaya kami selalu menjaga firman-Mu
Untuk tumbuh dan berakar kuat dalam hati kami
Dan mengasilkan buah yang melimpah
Sehingga nama-Mu dimuliakan
Dan kebaikan-Mu nyata dalam kehidupan kami
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:6, 12-14;
Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
--------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
--------
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, ini adalah pesan dari Tuhan Yesus bahwa hidup itu sulit.
Kesulitan datang dan pergi dan itu tidak akan pernah berhenti sampai kita mati.
Maka mari kita berhenti berkeluh-kesah, apapun kita hadapi dengan penuh sukacita.
Kita punya Allah yang sangat mengerti keadaan kita, sebab Ia sendiri telah menjadi manusia.
Dan Roh Kudus-Nya memberikan kekuatan bagi kita untuk menghadapi semua kesulitan, supaya kita memiliki hidup.
Biarkan firman-Nya menguasa hati dan mulut kita, supaya kita menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.(Ul 30:14)
Ia sendiri Adalah Firman yang hidup.
Saya teringat cerita teman-teman yang sering naik gunung, mereka cenderung melewati jalur pendakian normal.
Mungkin bukan hanya sekedar takut tersesat, namun tidak mau susah.
Demikian pula dengan cara hidup kebanyakan manusia, ingin selalu dengan cara yang mudah, bahkan kalau perlu lewat jalan pintas.
Misalnya ingin cepat kaya lalu korupsi, dagang tidak jujur, menipu dengan berbagai cara, dll.
Saudaraku, mari kita tetap teguh menyandarkan hati kepada Tuhan, jangan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.
Apabila hati kita bersih, nurani kita bersih, apapun kesulitannya kita hadapi dengan gembira.
Mari menghindari melakukan hal-hal yang tidak baik, jika hanya sekedar membuat orang lain puas.
Lebih baik tidak melakukannya, meskipun resikonya dicaci-maki.
Misalnya saat ini menderita kekalahan dan mungkin kekalahan yang tidak pada tempatnya, berusahalah sabar dan tidak marah.
Arahkan pandangan kepada Allah, Ia akan membebaskan kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 26 Juni 2018
Allah Bapa di surga
Kuatkanlah kami dengan Roh Kudus
Supaya kami tidak mudah mengeluh
Dan tidak mudah marah meskipun perbuatan baik kami
Dihina atau diremehkan
Bersihkanlah nurani kami dengan firman-Mu
Sehingga kami selalu gembira hati hidup dijalan-Mu
Kami tahu jalan ini sempit
Namun kami percaya
Kami akan hidup kekal bersama-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 7:1-5;
Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
-------
Orang sakit mengharapkan kesembuhan.
Orang yang salah mengharapkan maaf.
Orang berdosa mengharapkan pengampunan.
Saudaraku,
kita telah menerima kebaikan Allah, kemurahan hati Allah.
Dosa kita telah diampuni dan hidup baru dengan hati Kristus.
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.(luk 6:36-37)
Saudaraku,
menilai dengan tidak bijaksana, sama saja dengan menghakimi.
Yaitu kebiasaan menilai suatu perkara dengan kepentingan diri sendiri.
Kepentingan diri sendiri menjadi ukuran-ukuran dan tidak memperhatikan ukuran yang lain.
Mudah tersingung adalah salah satu wujud menghakimi.
Saudaraku,
mari kita meninggalkan kebiasaan yang kaku yang selalu mempertahankan pikiran dan pendapatnya sendiri.
Mengarahkan pandangan kepada Allah, supaya api cinta-Nya selalu menyala-nyala dan menerangi budi pikiran kita.
Sehingga hidup kita menjadi lebih bijaksana dan memandang segala sesuati dengan kasih Allah.
Siapa yang memiliki cinta kasih, sabar terhadap kekurangan orang lain.
Dan berusaha memberi teladan yang baik, supaya orang tersebut sadar akan kekurangannya.
Siapa yang memiliki cinta kasih, sadar untuk melayani bukan untuk memerintah.
Dan berusaha memberi teladan, sehingga terwujud kehidupan yang saling melayani.
Maka dengan demikian tidak akan ada saling menghakimi.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 25 Juni 2018
Puji syukur untuk semua kebaikan-Mu ya Bapa
Hidup kami hanya bersandar kepada kasih-Mu
Engkau yang telah memikul beban kami
Engkau yang telah menerangi jalan kami
Engkau yang telah mengampuni kesalahan-kesalahan kami
Kami bersujud dihadapan-Mu Bapa
Kami mohon berikanlah kami kerendahan hati
Supaya kami tidak menolak kasih-Mu
Sehinga karya-Mu nyata dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 6:24-34;
Saya kutipkan sebagian:
Mat 6:24
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Mat 6:25
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Mat 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Mat 6:27
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
----------
Mat 6:31
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Mat 6:32
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Mat 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Mat 6:34
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
----------
Janganlah kuatir akan hari esok, tidak semua orang bisa memahami dan menjalani.
Saya pribadi pernah jatuh karena kekuatiran saya akan hari esok.
Saat itu saya kelas 2 SMA, dan punya cita-cita melanjutkan kuliah di teknik elektro ITB.
Ketika melihat kondisi orang tua yang sedang kesulitan keuangan saat itu, saya menjadi pesimis, patah semangat dan tidak mau belajar.
Singkat cerita akhirnya saya tidak naik kelas.
Beruntung ada Romo pamong sekolah, yang berkata kepada saya begini:
5 menit lagi kamu tidak mengetahui masih hidup atau mati, kenapa takut dengan sesuatu yang belum pasti?
Kerjakanlah dengan baik dan maksimal apa yang dihadapkan tanganmu pada hari ini.
Mendengar kalimat tersebut saya seperti bangun dari tidur.
Saudaraku,
jika iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus tidak mampu menjadikan kita fokus kepada Allah dan kita hanya fokus kepada ketidakmampuan diri, maka setiap hari akan hidup dalam kekhawatiran.
Ingatlah Allah punya rencana untuk dunia dan untuk kehidupan kita.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.(Rm 8:28)
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.(Mzm 127:2)
Saya selalu meng-imani bahwa apa yang saya hadapi hari ini adalah bagian dari rencana Allah untuk hidup saya.
Dengan demikian saya akan mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab saya dengan baik, jujur, penuh tanggung-jawab dan maksimal.
Allah tahu dengan pasti apa yang Ia lakukan, tugas saya adalah hidup dalam iman bukan dalam kekhawatiran.
Saudaraku,
kita tidak perlu mengetahui rencana Tuhan, namun turutilah kehendak-Nya, percayalah Ia adalah Allah yang sangat bertanggung jawab.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 23 Juni 2018
Hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami berharap dan berlindung
Kuserahkan semua kesusahan kami
Kuserahkan kegelisahan kami
Bapa di surga
Hanya Engkau yang berkuasa atas hidup kami
Kami mohon dengan sungguh
Kuasailah hati dan pikiran kami
Kuasailah tangan kami
Sehingga hanya rencana dan kehendak-Mu
Yang terjadi di dalam hidup kami
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Matius 6:19-23;
Mat 6:19
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Mat 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Mat 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Mat 6:22
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
Mat 6:23
jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
---------
Pagi ini saya mengawali dengan beberapa pertanyaan untuk bahan permenungan pribadi:
- Apakah harga diri ditentukan oleh harta benda yang kita miliki?
- Apakah harta bisa menjamin kehidupan batin menjadi lebih baik?
Saudaraku, dalam Injil Matius pagi ini Tuhan Yesus mengajar tentang harta, mata dan hati.
Tentang harta yang berharga:
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,
ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,
jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.
(Ams 2:1-5)
Tentang mata:
Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.(Ams 27:20)
Tentang hati:
Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.(Ams 27:19)
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.(Ams 4:23)
Saudaraku, orang yang hati nuraninya bersih, pasti hidupnya penuh kedamaian.
Ia tdak haus akan harga diri dan hidup dengan kerendahan hati.
Hatinya tidak terikat oleh barang-barang dan hal-hal duniawi.
Tidak mencari pujian dari manusia tetapi mata hatinya sealu melihat surga.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 22 Juni 2018
Bukan orang yang memuji diri yang tahan uji
melainkan orang yang dipuji Tuhan
Oleh sebab itu kami selalu mohon rahmat-Mu ya Bapa
Sehingga kami selalu sadar bahwa hidup kami untuk kemuliaan-Mu
Lalu kami tidak mencari pujian-pujian dari manusia
Dan menjadi bersemangat untuk tetap rendah hati
Hanya kepada-Mu ya Bapa
Kami menaruh segala pengharapanku
Dan hanya kepada-Mu kami berlindung
Kuserahkan mata, hati dan pikiran kami kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
